Pengembangan Media Eksperimen Simulasi Gunung Berapi Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Materi Peristiwa Alam Kelas V Sekolah Dasar
Keywords:
eksperimen simulasi, gunung berapi, IPAS, media pembelajaran, sekolah dasarAbstract
Pembelajaran IPAS di Sekolah Dasar memerlukan media pembelajaran yang mampu membantu siswa memahami konsep peristiwa alam secara konkret dan bermakna. Namun, dalam praktiknya pembelajaran IPAS masih sering dilaksanakan secara konvensional sehingga siswa cenderung pasif dan mengalami kesulitan memahami konsep abstrak, seperti proses terjadinya erupsi gunung berapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis eksperimen simulasi gunung berapi, mengetahui tingkat kelayakan media yang dikembangkan, serta menganalisis dampaknya terhadap keaktifan dan keterampilan proses sains siswa kelas V Sekolah Dasar pada materi peristiwa alam. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian terdiri atas siswa kelas V Sekolah Dasar dan guru kelas V sebagai validator media. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, angket penilaian kelayakan media, serta penilaian keterampilan proses sains siswa. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media eksperimen simulasi gunung berapi yang dikembangkan berada pada kategori layak hingga sangat layak digunakan dalam pembelajaran IPAS. Selain itu, penggunaan media ini mampu meningkatkan keaktifan siswa serta keterampilan proses sains, khususnya kemampuan mengamati, menyimpulkan, dan mengkomunikasikan hasil eksperimen. Dengan demikian, media eksperimen simulasi gunung berapi dapat dijadikan sebagai alternatif media pembelajaran IPAS yang inovatif, kontekstual, dan efektif di Sekolah Dasar.





