PENGEMBANGAN LITERASI DIGITAL SISWA KELAS VI SD NEGERI 2 CANDI PADA MASA PANDEMI COVID-19
Keywords:
pandemi, Covid19, literasi, digitalAbstract
Pandemi Covid-19 telah merevolusi dunia pendidikan begitu cepat. Berbagai elemen pendidik harus beradaptasi, terutama guru sebagai ujung tombak di lapangan. Penyelenggaraan pendidikan pada masa pandemi harus tetap searah dengan tujuan pendidikan. Esensi pendidikan bukan hanya sebatas pencapaian kompetensi dasar dalam kurikulum namun pendidikan harus mampu menghidupkan daya pikir kritis dan menumbuhkan karakter. Kemampuan berpikir kritis dan sumber daya manusia berkarakter erat kaitannya dengan kemampuan literasi. Seperti yang sudah kita ketahui bahwa literasi Indonesia masih rendah. Oleh sebab itu, literasi harus terus dikembangkan. Salah satu jenis literasi yang harus menjadi perhatian adalah literasi digital. Ditengah pesatnya perkembangan teknologi, siswa sekolah dasar tidak bisa dilarang atau menghindari media digital maka sebagai pendidik seharusnya bisa mengenalkan teknologi dengan tepat. Oleh karena itu, best practice ini bertujuan memberikan gambaran bagaimana cara mengembangkan literasi digital pada siswa sekolah dasar pada masa pandemi Covid-19. Syarat mutlak untuk mengembangkan literasi digital adalah ketersediaan gawai dan jaringan internet, harus terpenuhi. Hal pertama yang dilakukan adalah pembuatan grup kelas melalui WA Grup, kemudian guru bisa menyusun skenario pembelajaran terkait hal-hal yang akan diajarkan dan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat petunjuk pembuatan produk digital. Guru memberikan petunjuk pembuatan melalui video dari Youtube, atau video yang dibuat sendiri serta contoh produk untuk dibagikan ke grup WA. Guru memberi waktu kepada siswa untuk membuat produk-produk digital yang ditugaskan dan harus siap melayani pertanyaan siswa terkait tugas setiap saat melalui WA grup. Hasil dari praktik pengembangan literasi digital ini adalah produk-produk digital seperti pamflet/poster/flyer digital dan video tentang “Belajar dari Covid-19” serta ajakan kepada masyarakat untuk mendaftarkan anak-anak ke sekolah dasar tersebut sebagai wujud bakti pada almamater. Melalui praktik ini, siswa mampu mengekspresikan diri melalui tulisan dan menyebarkan semangat positif kepada masyarakat. Pengembangan literasi digital pada siswa kelas VI SD Negeri 2 Candi ini, tentu luar biasa karena siswa sudah mampu menggunakan beragam aplikasi seperti remove.bg, background eraser, email, google docs, google form, canva, poster maker, Kine Master, Inshoot. Sebab selama ini praktik literasi digital di sekolah dasar hanya berkutat pada penggunaan smartphone untuk memperoleh informasi, seperti dikutip dari makalah dalam International Conference of Language and Teaching, Puspito (2017) menyebutkan bahwa saat ini guru-guru memanfaatkan membiasakan siswa untuk membawa smartphone untuk mengakses google, soal yang diberikan dijawab melalui aplikasi quipper atau grup WA.





