Pemetaan Tahapan Subitizing dan Kendala Pemahaman Konsep “Sepasang” melalui Media Konkret pada Anak Usia 4-5 Tahun
Abstract
Penelitian ini bertujuan memetakan tahapan subitizing dan mengidentifikasi kendala pemahaman konsep “sepasang” pada anak usia 4-5 tahun melalui media konkret. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek 5 anak di KBTK Anak Cerdas Ungaran. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, catatan anekdot, dan dokumentasi foto. Analisis data menggunakan model Miles & Huberman dengan mengacu pada learning trajectory subitizing Clements & Sarama (2021). Hasil penelitian menunjukkan: (1) Terdapat variasi tahapan subitizing: Hz berada pada tahap Subitasi Perseptual hingga 5 dan awal konseptual, Al pada awal subitizing konseptual, Ry dan Dn tahap Pembuat Kumpulan Kecil, serta Ad tahap awal pembuat kumpulan kecil. (2) Kendala utama pemahaman konsep “sepasang” adalah miskonsepsi menghitung satuan, seperti Ry yang menyebut 4 sepatu sebagai “empat pasang”. Konsep ini membutuhkan 3-5 kali pengulangan dengan benda berbeda agar dipahami utuh. (3) Media manik-manik, benda berpasangan, dan kartu angka to dot efektif memetakan tahapan perkembangan tiap anak dan memfasilitasi peer tutoring.
Simpulan: media konkret mampu memetakan perbedaan tahap subitizing dan mengungkap kendala konseptual anak.
Rekomendasi: pembelajaran matematika awal perlu dikelompokkan berdasarkan tahap subitizing anak.
Kata Kunci: pemetaan subitizing, kendala konsep sepasang, media konkret, tahapan perkembangan, anak usia dini.

