PERAN ART THERAPY DALAM PENINGKATAN WORK LIFE BALANCE DAN SUBJECTIVE WELL BEING STUDI KASUS PADA WANITA KARIR KOTA SEMARANG
Kata Kunci:
Art Therapy, Work-life balance, Subjective well-beingAbstrak
Melalui terapi seni seseorang dapat memunculkan pengalaman bawah sadar dan perasaan akan dapat terlihat. Hal tersebut diekspresikan dalam bentuk kasar yang tidak beraturan. Material seni memiliki peran penting untuk memunculkan sadar dan ketidak sadaran seseorang. Bagian terpenting dalam terapi ini pada dasarnya adalah membuat sesuatu, proses, dan apa produknya.Sebagai pendukung, Work-life balance menjelaskan individu mengatur lingkungan pekerjaan, keluarga dan batasan diantara keduanya untuk mencapai keseimbangan. Pekerja wanita rentan mengalami gangguan psikologis. Didasari adanya rasa kehilangan yang dimiliki dan dilakukan sebelumnya. Melalui terapi seni, seseorang dapat memunculkan pengalaman bawah sadar dan dari situlah perasaan akan dapat terlihat. Metode yang digunakan kualitatif, para pekerja wanita karir di Kota Semarang diberikan terapi kesenian. Pendekatan kualitatif berakar dari data dan teori. Teknik pengumpulan data yakni wawancara dan observasi. Hasil penelitian ditemukan pengalaman bawah sadar dan perasaan tersebut diekspresikan dalam bentuk kasar yang tidak beraturan. Material seni memiliki peran penting untuk memunculkan sadar dan ketidak sadaran seseorang. Diperlukan Subjective well-being merupakan salah satu kajian dalam psikologi positif, dan pendekatan teori yang ada salah satunya menggunakan teori need and goal satisfaction. Orang yang memiliki tujuan penting dan berjuang untuk meraihnya akan menjadi sosok energik, mengalami banyak macam emosi positif dan akan merasa bahwa hidupnya sangat bermakna.
