Analisis Semiotika Iklan Sasa To The World yang Tayang di Platform Youtube
Kata Kunci:
Iklan, YouTube, Makna, Semiotika, SasaAbstrak
Iklan merupakan sebuah bentuk komunikasi untuk mempromosikan sebuah barang atau jasa yang disampaikan kepada masyarakat melalui beberapa media. Bentuk iklan dapat berupa gambar, suara, atau tulisan. Ada beberapa jenis media yang digunakan untuk mempromosikan sebuah iklan seperti iklan media cetak, iklan radio, iklan televisi, iklan media luar ruangan, iklan bioskop, dan iklan media digital. Salah satu bentuk iklan media digital adalah iklan yang ditayangkan di YouTube. Pengguna memanfaatkan YouTube untuk banyak hal dan salah satunya yaitu untuk memasarkan produk barang/jasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna yang terkandung dalam iklan Sasa To The World yang tayang di YouTube dengan pendekatan semiotika John Fiske. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan teori semiotika John Fiske. Adapun subjek utama dari penelitian ini adalah iklan Sasa To The World yang tayang di YouTube. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna yang terkandung dalam iklan Sasa To The World dengan menggunakan analisis semiotika John Fiske melalui tiga level yaitu level realitas, level representasi, dan level ideologi. Berdasarkan analisis yang dilakukan maka disimpulkan bahwa makna yang terkandung dalam iklan Sasa To The World yang tayang di YouTube digambarkan melalui level realitas yang dapat dilihat dari apa yang ditampilkan atau dipakai. Yang kedua digambarkan melalui level representasi yang dapat dilihat dari teknik kamera, pencahayaan, dan juga teknik editing. Dan yang ketiga digambarkan melalui level ideologi positivisme, optimisme, surealisme, hedonisme, dan harmonisme. Artinya iklan Sasa To The World membuat iklan ini untuk memberikan motivasi semangat kepada masyarakat supaya tetap berpikir positif dan opotimis dalam menghadapi Covid-19 dengan cara menaati aturan pemerintah dan melakukan kegiatan yang positif. Saling menguatkan dan memahami adalah sebuah kunci keharmonisan untuk bisa menghadapi masa pandemi bersama-sama.
